Fakta Artikel Pendek Lebih Disukai Blogwalker

Fakta Artikel Pendek Lebih Disukai Blogwalker. Ketika saya mengulas tentang cara mengatur panjang pendek artikel dan disampaikan sependek mungkin, nyatanya banyak pengunjung yang mengamini. Misalnya mengatakan, "artikel panjang justru membingungkan, dan males baca artikel panjang". Fakta ini menunjukkan kalau aktifitas para blogwalker (sebagian)
belum tentu untuk membaca artikel, namun lebih kepada sekedar kunjungan remeh temeh dan mengharap kunjungan balik.

Fakta Artikel Pendek Lebih Disukai Blogwalker. Menurut saya justru pembaca setia adalah para pengguna mesin pencari, kebetulan mentok pada keyword yang digunakan. Baik itu kalangan blogger maupun non-blogger. Apapun sajiannya kalau sedang lapar maka dengan rakus akan menyantap hidangan tersaji, bersih dijilati sampai tuntas tas. Malah kadang memungkinkan bisa lupa waktu, sebelum puas dan begah enggan rasanya untuk beranjak membuka halaman lain.

Belum tentu artikel panjang tidak enak dibaca, mungkin itu hanya terjadi pada artikel panjang yang semerawut. Jika niat blogwalkingnya memang sekedar untuk absen, sudah tentu jenis artikel apapun akan menjadi tidak enak disimak. Tapi coba kalau tujuan utamanya sebagai lahan pemancing inspirasi atau kebutuhan lainnya, sepanjang apapun suatu artikel pasti akan dilahap habis, justru menjadi tidak puas kalau ulasannya sangat singkat. Seolah kurang memberikan efek inspiratif baginya.

Sebenarnya untuk memahami suatu wacana sangat mudah dilakukan, sebelum membaca artikel, guyur kepala Anda dengan air kopi. Kalau seorang perokok, matikan rokok tersebut di dahi. Jika bukan seorang pengopi atau perokok, benturkan kepala sekeras-kerasnya ke layar monitor atau ke layar ponsel. Cara ini tidak disarankan tapi kalau mau mempraktekkan, yah silahkan, saya tidak melarang. Sebab resiko selalu ditanggung oleh pasien.

Adalah tujuan utama dari aktifitas blogwalking, bila tujuan awal untuk mendapatkan apa yang dibutuhkan maka akan lebih mudah dalam memahami, sedangkan bila kurang paham bisa bertanya kepada narablog bersangkutan. Nah kalau kurang menyukai akan membuka halaman lain, atau dapat langsung menutup halaman yang dimaksud, toh narablognya tidak akan mengetahui prilaku Anda. Tapi kalau diawali dengan niatan buru-buru kejar target kunjungan, jangankan artikel panjang kali lebar, artikel pendek pun akan sulit untuk dipahami.

Karena faktor adanya buru-buru tersebut, baru melihat artikel saja sudah gerah keringetan campur burket dan berkata, "busyet deh berat bro ulasannya". Langsung secepat kilat menggulung roll mouse terjun ke kolam komentar, "bla...bla...bla...", poskan komentar. Beres deh, tugas selesai. Segera meluncur menuju halte berikutnya dan kembali ke garasi, parkir, duduk manis di ruang tamu menunggu kedatangan tamu undangan.

Apabila sebenarnya menyukai suatu artikel tetapi cara penyampaianya dianggap njelimet dan kurang mudah dipahami secara umum, dapat memberikan kritisi membangun. Kiranya itu lebih baik dari pada sekedar menjadi blogger penjilat, alias tetap mengumbar pujian maut, padahal belum tentu dimengerti makna ulasan wacana tersebut. Komentar apapun bebas saja disampaikan, tidak ada yang melarang, termasuk memuji boleh-boleh saja dilakukan. Namun kajilah kembali sinergi antara kebutuhan pengunjung dan penulis.

Ibarat pasar, fungsinya adalah tempat bertemunya antara pembeli dan pedagang. Pembeli membutuhkan barang yang dicari, sementara pedagang memerlukan laba. Di mana kedua belah pihak harus saling menguntungkan, maka itulah yang disebut pasar sehat. Sehat bukan dalam artian medis lho.

Dengan langkah tersebut, diharapkan akan tercipta aktifitas blogging yang saling bermutualisme, dukungan terhadap masing-masing individu komunitas masyarakat blog-ngesot, dalam mewujudkan dunia blogging yang saling berbagi pengetahuan. Bisa jadi saat membaca, artikel tersebut dapat menjadi sumber inspirasi bagi Anda dan sebaliknya, komentar Anda menjadi sumber inspirasi tersendiri untuk narablog bersangkutan.

Nah bagaimana, apakah artikel ini sudah kelewat panjang. Sehingga akan membuat malas pengunjung lain untuk menyimaknya, termasuk Anda juga sih?

Artikel ini berjudul Fakta Artikel Pendek Lebih Disukai Blogwalker, dengan url http://moo-no.blogspot.com/2011/02/fakta-artikel-pendek-lebih-disukai.html
Klik di sini untuk melihat daftar isi blog ini.

Baca Juga Artikel Yang Ini

{ 3 Komentar... Baca Semua / Tulis Komentar ! }

JOESYNDICATE said...

ia bener kalau ke panjangan malas bacanya

artikel herbal dan kesehatan said...

kalo boleh tahu nih kaka, artikel panjang yang disukai itu kayak gima sih?

Daniel Renaldo Simanjuntak said...

Tergantung konten yang dibahas juga sih gan. Kalau yang dibahas topik ringan, ya gak terlalu panjang tulisannya :D

rabunsenja.blogspot.com

Post a Comment

Kategori Artikel !